MALAPETAKA AKHIR ZAMAN – Jenis-Jenis Fitnah (3)

4-Eksploitasi Kaum Wanita

Termasuk dalam deretan fitnah zaman sekarang adalah eksploitasi kaum wanita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa wanita itu adalah salah satu fitnah yang terbesar. Beliau bersabda:
“Berhati-hatilah dari godaan dunia dan waspadai-lah rayuan kaum wanita, sebab fitnah pertama kali yang menimpa bani Israil adalah fitnah wanita.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut wanita sebagai fitnah (sumber godaan). Dan rasul juga telah mengabarkan bahwa bani Israil tersesat karena fitnah (godaan) wanita.

Pada zaman sekarang ini eksploitasi kaum wanita banyak tersebar di mana-mana. Mayoritas kaum hawa itu berani bersolek dan menampakkan lekuk tubuh mereka di pasar dan di jalan-jalan. Memamerkan segala macam asesioris dan perhiasannya.

Barangsiapa yang Allah kehendaki terkena goda-an, maka ia akan menyorotkan matanya atau melirikkan pandangannya kepada mereka (kaum wanita itu). Hing-ga dikhawatirkan ia akan terkena godaan daya tarik wanita itu dan terpedaya lantas timbul syahwat terlarang yang mendorongnya berbuat apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu berzina! Atau pengantar kepada zina (seperti berdua-duan tanpa mahram, berpacaran dan lain-lain-pent). Memang, wanita adalah godaan yang paling besar!

Termasuk di antaranya eksploitasi kaum wanita melalui film-film. Ini merupakan musibah dan malape-taka besar.

Demikian pula foto-foto mereka di majalah, koran-koran dan sampul barang-barang tertentu. Mereka sengaja memilih wanita-wanita cantik agar menarik minat orang, khususnya para pemuda. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah munculnya foto-foto mereka dalam keadaan bugil atau setengah bugil yang diproduksi dengan kamera-kamera canggih dan ditebar dengan parabola. Nas`alullah al-‘afiyah was salaamah

Tidak diragukan lagi hal itu termasuk bencana ter-besar pada zaman sekarang ini. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. Barangsiapa mensucikan dirinya, pandangannya tidak akan tertuju kepada perkara haram itu. Dan tidak akan menuruti kehendak syahwat dalam hatinya kepada wanita-wanita itu. Barangsiapa dipelihara dan dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya Dia akan menjauhkannya dari fitnah tersebut. Dan niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki kebaikan bagi diri mereka.

5-Fitnah Harta

Termasuk fitnah pada zaman ini adalah harta benda dunia yang banyak menguasai hati manusia. Sehingga mereka lebih mengutamakan dan mengedepankannya daripada menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka tidak peduli dengan cara apa memperoleh harta benda itu, dengan yang halal atau yang haram.

Ini termasuk bencana yang sudah merata. Banyak juga oknum-oknum yang mengajak berbuat demikian. Adapun faktor pendorongnya adalah hawa nafsu yang diciptakan untuk selalu mencintai harta benda. Akibat-nya, banyak sekali orang yang terperosok ke dalam perbuatan haram. Pada hari ini banyak ditemukan orang-orang yang berbangga-bangga dengan harta yang ba-nyak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (At-Takatsur: 1)

 “Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab”. (Saba’: 35)

Betapa banyak orang-orang yang tergoda dengan harta benda dunia. Dan betapa banyak pula orang-orang yang bertanya-tanya bagaimana si Fulan dapat mengum-pulkan harta sebanyak itu hingga ia menjadi orang kaya dan dapat membangun istana-istana, memiliki ini dan itu di dalam dan luar negeri? Hingga ia pun berangan-angan dan akhirnya condong kepada harta dunia.

Dan betapa banyak pula orang yang terpedaya dengan cobaan harta ini. Mereka mengumpulkan harta tanpa peduli halal haram. Akhirnya mereka terjerumus ke dalam praktek riba, penipuan, suap-menyuap, dan lainnya. Semua itu karena ambisinya mengumpulkan harta. Sekalipun dengan cara mencuri, korupsi, mengge-lapkan harta negara tanpa hak dan lain-lain. Maksudnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbanyak dan mengembangkan hartanya sehingga ia bisa seperti si Fulan dan si Fulan!!

Apabila telah memperoleh harta yang banyak, maka mereka habiskan untuk berfoya-foya, memuaskan syahwat, mengenakan pakaian-pakaian yang disukai, tanpa memperhatikan batas halal haramnya lagi. Seperti memanjangkan pakaian melebihi mata kaki (isbal), atau meniru pakaian orang kafir, berekreasi ke negeri-negeri Eropa (baca:kafir), dan menyorotkan mata sesuka hati kepada perkara-perkara yang terlarang sebagai pemuas nafsu binatang mereka.

Demikianlah musibah menjadi bertambah besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menegaskan bahwa harta adalah cobaan. Dan yang beliau takutkan atas kita adalah harta dunia yang dibentangkan dan gemerlap dunia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala keluarkan bagi kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanya-lah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At-Taghabun: 15)

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala jualah yang telah meng-anugerahkan harta benda tersebut. Dan menjadi cobaan bagi hamba yang menerimanya. Apakah ia tergelincir ke dalam perkara haram disebabkan harta itu? Apakah ia membeli barang-barang terlarang karena tidak puas dengan yang dibolehkan? Ataukah ia gunakan untuk memuaskan nafsunya sekalipun dengan perkara yang haram!?

Misalnya setiap kali bepergian ke luar negeri, ia terjerumus ke dalam perkara haram, seperti meminum khamar, berzina, dan lainnya. Itulah fitnah besar pada zaman sekarang ini. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala keselamatan dari segala kejelekan.

6-Fitnah Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan

Termasuk fitnah pada zaman ini adalah ajakan dan seruan kepada berbagai jenis penyimpangan dan kese-satan. Orang-orang yang mengajak kepadanya berasal dari kalangan kaum kafir dan orang-orang fasik yang datang kepada kita dengan gelar-gelar mentereng seperti guru besar, instruktur, insinyur, arsitek, doktor, orang pintar dan sejenisnya. Orang-orang awam meng-gelari mereka dengan sebutan ‘tenaga ahli’. Pada umum-nya mereka adalah orang-orang yang membenci dan dengki kepada kita. Sebab kita berpegang teguh dengan aqidah salafiyah yang benar. Di samping kita juga memi-liki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta stabilitas keamanan yang tetap terjaga di negeri kita. Sehingga kita hanya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka dengki kepada kita dan berusaha menjerumuskan kita kepada kehan-curan yang mereka alami. Maka mereka pun mengajak orang berbuat seperti mereka, sekalipun mereka tidak mengatakannya terang-terangan. Namun mereka men-contohkannya melalui perbuatan untuk memperdaya kita. Mereka itulah juru fitnah yang terbesar!

Hendaklah kita selalu waspada terhadap mereka. jangan sekali-kali memuliakan dan menghormati mereka, sebab sudah banyak orang yang menjadi korban, yang akhirnya condong kepada mereka dan memuji-muji mereka.

Orang-orang yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.

Orang-orang itu mengatakan: “Kalian hanya pan-dai beribadah saja! Kalian hanya memiliki buku-buku agama saja! Kalian tidak bisa begini dan begitu! Semen-tara mereka berhasil menciptakan ini dan itu!

Maka setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

 “Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidup-an) akhirat adalah lalai.” (Ar-Rum: 7)

Wahai saudaraku, janganlah sekali-kali engkau terpedaya dengan orang-orang seperti itu. Baik mereka mengajakmu dengan lisan ataupun dengan perbuatan.

Misalnya seorang guru, ia mengajak dengan ucap-annya, ia hiasi perkataannya sehingga untaian katanya menarik untuk didengar. Namun di balik itu terdapat racun yang mematikan. Bahaya mereka sangat besar. Hanya orang yang Allah beri keteguhan serta ilmu yang dapat lolos dari mereka. Namun bagi yang lemah aqidahnya, ia pasti terpedaya oleh mereka. Ia akan melatahi guru sesat tersebut. Atau minimal meyakini guru sesat itu punya kelebihan, punya keahlian, punya pangkat dan kedudukan yang tinggi. Ia akan menyan-jungnya mati-matian bahwa dia punya keahlian ini, punya kepandaian itu dan lain sebagainya. Lantas ia akan mengikuti dan membenarkan seluruh ucapannya. Hing-ga ia terseret ke dalam ajakan guru sesat itu, maka kejahatan dan kerusakan semakin meluas. Itulah salah satu malapetaka akhir zaman!

Demikian pula yang datang dengan gelar insinyur, arsitektur, developer, instruktur dan lainnya yang berge-rak di bidangnya masing-masing. Orang-orang jahil memuji mereka, dengan mengatakan: “Mereka mengua-sai teknologi yang tidak kita kuasai, mereka ahli dalam memproduksi barang-barang dan merancang bangunan. Dengan demikian orang-orang jahil itu terpikat dan gan-drung kepada mereka. Tanpa menyadari bahwa mereka itu sebenarnya budak-budak dunia. Dan tanpa menya-dari juga bahwa mereka adalah orang kafir dan fasik yang tidak pernah ke masjid, tidak pernah menunaikan shalat dan tidak pernah membaca Al-Qur’an.

Seorang muslim yang celaka tanpa terasa telah menyanjung-nyanjung mereka, terpedaya dengan mere-ka, memuji mereka dengan sifat amanah, faham, kuat dan bertanggung jawab dalam menangani tugas.

Orang-orang jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain memuji mereka, sekalipun pekerjaan mereka seram-pangan.

Kita katakan kepada orang jahil itu: “Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang bermanfaat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan duniawi. Yang tidak lain hanyalah kese-nangan yang memperdayakan.

7-Promosi-promosi Terselubung

Termasuk fitnah pada hari ini adalah promosi-promosi terselubung yang banyak disebarkan oleh orang-orang kafir dan fasik melalui saluran-saluran komunikasi (program-program radio dan televisi), majalah, koran, buku dan selebaran-selebaran. Orang-orang jahil kem-bali menjadi korban dengan mengkonsumsi barang-barang itu. Mereka pun percaya dengannya, meyakini kebenarannya dan akhirnya terpedaya lantas mereka sendiri pula yang menyiarkannya lewat program-program radio dan televisi. Mengagumi keyakinan dan ibadah orang-orang kafir dan fasik itu, serta mengagumi karya-karya mereka, dan menyebarkannya melalui tulisan-tulisan dan surat kabar serta mencantumkan di dalam-nya foto-foto hasil produksi mereka.

Bahkan ada juga orang jahil yang memuji-muji aga-ma mereka dan mencela dienul Islam. Melecehkan aqidah dan budaya kita tanpa kita sadari.

Orang-orang awam melahap semua itu melalui siaran-siaran radio yang mereka pancarkan dan buku-buku serta koran-koran yang mereka sebarkan.

Hal ini merupakan bahaya besar yang dapat me-nerkam setiap orang jahil yang tidak punya tameng ilmu untuk menangkis syubhat-syubhat tersebut. Bisa saja hatinya terkena syubhat-syubhat itu. Lalu ia akan sulit melepaskan diri darinya. Jika syubhat yang disebarkan oleh juru dakwah, kaum fasik dan orang-orang yang punya maksud jelek serta para ahli bid’ah melalui siaran-siaran dan buku-buku ini menimpa seseorang maka tidak akan selamat darinya kecuali orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga ia dapat membantahnya dan menjelaskan kesesatan-kesesatan yang terdapat di dalamnya kepada orang lain.

8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal

Termasuk fitnah pada zaman ini yang tidak kalah berbahaya adalah teman-teman yang nakal. Seorang insan bisa saja terpengaruh oleh temannya, ayahnya, saudaranya atau sahabatnya. Sehingga ia berbuat seperti tingkah laku teman-temannya itu. Sementara teman-temannya itu adalah anak-anak nakal yang selalu meng-ajaknya berbuat maksiat dan menjauhkannya dari ketaatan. Jelas, berteman dengan anak-anak nakal ini merupakan fitnah (bahaya) yang sangat besar.

Jalan yang harus ditempuh seseorang untuk mele-paskan dirinya dari bahaya ini adalah senantiasa bersa-bar dan terus memperteguh kesabarannya. Memegang teguh kebenaran walau bagaimana pun kondisinya. Hendaklah kamu bersabar apabila teman sekelasmu atau kawan sekantormu seorang yang fasik dan suka berbuat maksiat, lalu mengejekmu karena kamu meninggikan kain celanamu sementara ia musbil (melabuhkannya hingga melebihi mata kaki), atau mengejekmu karena kamu memanjangkan jenggot sementara ia mencukurnya, atau mengejekmu karena kamu bersi-kap zuhud, wara’, selalu menjaga shalat lima waktu berjama’ah, tidak menonton film dan tidak mendengarkan musik. Bahkan kadang kala ia mengajakmu untuk meninggalkan ketaatan-ketaatan tersebut dan merayumu untuk menyertainya berbuat maksiat dan kemungkaran. Jika demikian kondisinya, hendaklah kamu bersabar dan jangan sekali-kali terpedaya dengannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala  memberikan jalan keluar bagimu. Karena teman-teman yang fasik itu -siapapun orangnya- memang sangat besar bahayanya, dia itu saudara, ayah, anak, teman, guru atau yang lainnya.

Oleh sebab itu pula kamu harus ekstra hati-hati karena ucapan mereka sangat besar pengaruhnya. Seorang insan yang diberi karunia ilmu pengetahuan meyakini bahwa ia berada di atas kebenaran pasti tidak akan terpedaya dan condong kepada mereka.

.

Syaikh ‘Abdullah Al-Jibrin – Malapetaka Akhir Zaman

Bersambung…

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s