Jama’ah-Jama’ah Atau Harakah-Harakah Zindik

Oleh : Syaikh Abdul Mu’im Mushthofa Halimah Abu Bashir Ath Thorthusiy

بسم الله الرحمن الرحيم

Engkau telah mengetahui bagaimana bila seseorang terjerembab ke dalam kezindiqan atau terkena noda zindiq. Lalu bagaimana engkau dapat mengetahui sebuah jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya kepada Islam apabila ia terjerembab ke dalam kezindiqan atau terkena noda zindiq? Apa tanda tandanya?

Maka saya katakan kepadamu:

– Ketika engkau mendapati suatu jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya kepada Islam, berasaskan Islam secara formalitas, nama, simbol, dan syi’ar, akan tetapi menjauhi dan menolak Islam sebagai hukum dan manhaj, maka ketahuilah bahwa jama’ah tersebut adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan dan terkena noda zindiq !

– Ketika engkau mendapati suatu jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya kepada Islam disaat sedang lemah dan berkembang, berasaskan Islam dan mengangkat syi’ar: “Islam adalah solusi”, akan tetapi bila ia telah mendapatkan suatu kedudukan, ia menjauhi syi’arnya yang dahulu dan mengangkat syi’ar baru yang sesuai dengan kedudukan barunya, ia mengatakan: “Demokrasi adalah solusi.” Maka ketahuilah bahwa ia adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan dan terkena noda zindiq !

– Ketika engkau mendapati sebuah jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya kepada Islam pada fase lemah dan berkembang dan mengkangkat syi’ar: “Al Quran undang undang dasar kami.” Apabila ia telah mendapatkan suatu kedudukan, ia mengangkat syi’ar: “UUD thogut adalah UUD kami, undang undang thogut adalah undang undang kami.” Maka ketahuilah bahwa ketika itu ia adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan dan terkena noda zindiq !

– Ketika engkau mendapatkan suatu jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya pada Islam pada fase lemah dan berkembang dan menyeru kepada penerapan syari’at, akan tetapi ketika ia telah mendapatkan suatu kedudukan tertentu, ia menjauhi penerapan syari’at dan janji janjinya yang dahulu dan tidak menyukai orang yang menuntutnya untuk menerapkan syari’at serta menganggap orang yang menuntutnya untuk menerapkan syari’at sebagai orang yang terkena penyakit akal dan pemikiran. Ia tidak menerapkan syari’at, juga ia pun tidak membiarkan orang lain menerapkannya atau berusaha untuk menerapkannya, maka ketahuilah bahwa ia adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan dan terkena noda zindiq !

– Ketika engkau mendapati suatu jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya pada Islam. Ketika bersama kaum muslimin, mereka mengatakan: “Kami orang orang muslim, kami harakah Islam, kami bekerja demi Islam dan untuk mengislamkan masyarakat, kami menginginkan untuk menerapkan syari’at Allah di muka bumi” Dan apabila mereka bersama setan setan manusia dan thogut thogut mereka, mereka berkata: “Peganglah pernyataan kami ini secara jelas dan tegas, “Kami adalah harakah nasionalis dan demokratis. Kami bekerja demi demokrasi dan menerapkan kebebasan dalam seluruh bentuk dan macam macamnya. Kami tidak dan tidak akan menerapkan syari’at Allah, dan kami tidak berusaha mengislamkan masyarakat dan organisasi organisasinya. Kami tidak dan tidak akan memaksakan aturan Islam kepada seorangpun. Maka siapapun dari kaum muslimin yang menginginkan untuk beriltizam kepada Islam maka ia boleh melakukannya, dan barang siapa yang enggan beriltizam maka tidak mengapa. Apapun yang dipilih, maka kami menghormatinya”. Maka ketahuilah bahwa jama’ah ini adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan atau terkena noda zindiq ! Dan firman Allah Ta’ala akan dikenakan atas jama’ah ini serta jama’ah yang lain yang seperti ini:

وإذا لقوا الذين آمنوا قالو آمنا وإذا خلوا إلي شياطينهم قالو إنا معكم إنما نحن مستهزئون

“Apabila mereka bertemu dengan orang orang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman” dan apabila mereka kembali ke syetan syetan mereka, mereka berkata: “Kami bersama kalian, kami hanyalah berolok olok” (Al Baqarah:14)

– Ketika engkau mendapati suatu jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya pada Islam, bila ia telah mendapatkan suatu kedudukan tertentu di muka bumi dan kedudukannya tersebut telah berlangsung beberapa tahun, kemudian engkau mendapatinya memerintah dengan undang undang kafir dan thogut dan berhukum kepadanya, melindunginya serta berperang demi hukum tersebut, dan sebaliknya ia tidak melangkah selangkahpun untuk mengislamkan undang undang dan menerapkan syariat dengan beralasan dan bersembunyi dibelakang fiqih tadarruj (bertahap) dalam menerapkan hukum hukum syari’at, maka ketahuilah bahwa jama’ah ini adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindikan dan terkena noda dusta dan zindiq !

– Ketika engkau mendapati sebuah jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya pada Islam, bila ia membutuhkan Islam dan kaum muslimin pada suatu fase tertentu, ia berbicara dengan bahasa iman dan islam serta memperbanyak pemakaian istilah istilah Islam, hingga engkau akan mengira bahwa ia adalah jama’ah islam yang tidak rela sesuatupun sebagai pengganti syari’at Islam. Dan apabila ia sudah tidak membutuhkan Islam dan kaum muslimin serta pada suatu fase tertentu ia membutuhkan selain kaum muslimin dari kalangan orang orang sekuler, maka ia berbicara dengan bahasa sekuler dan liberal serta menggunakan istilah istilah mereka, hingga engkau hampir tidak bisa membedakan antara ia dan para penyeru sekulerisme yang kafir asli. Bila terdapat jama’ah seperti ini maka ketahuilah bahwa jama’ah tersebut adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan atau terkena noda zindiq !

– Ketika engkau mendapatkan sebuah jama’ah atau harakah yang menisbatkan dirinya pada Islam, bila ia menolehkan mukanya pada kaum musyrikin, orang orang kafir, dan para thogut yang zalim, ia merendahkan dirinya dihadapan mereka, menghormati mereka dan mengucapkan kepada mereka ungkapan ungkapan kecintaan dan kasih sayang serta menyambut mereka dengan penuh kegembiraan dan tawa. Akan tetapi ketika ia menolehkan wajahnya kepada ke arah mujahidin muwahhidin ia memalingkan pandangannya dan bermuka masam serta menjauh, bersikap takabbur, merendahkan dan meremehkan mereka, menyalahkan dan berlepas diri dari mereka, bermakar atas mereka serta menutup bagi mereka semua pintu pintu kecintaan, dialog, tafahum dan hormat. Maka ketahuilah bahwa jama’ah ini adalah jama’ah yang mempraktekkan kezindiqan dan terkena noda zindiq, serta memiliki satu sifat dari sifat sifat khowarij ghulat yang paling nampak, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang mensifati mereka:

“Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala”

Bahkan mereka telah melebihi orang orang khawarij zaman dahulu dan jauh mendahuluinya. Mereka membunuh orang Islam dan mencintai penyembah berhala !

Bila didapatkan jama’ah atau harakah yang mempunyai sifat yang disebutkan diatas, maka larilah darinya seperti lari dari anjing koreng dan jangan menoleh ke arahnya, meskipun engkau melihatnya berpura pura islam atau menampak nampakkan keislamannya ataupun berpura pura menangis… Karena itu hanyalah air mata serigala dan tipuan belaka.

.

Source: Abu Aulia Rachman

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s