Sikap Syar’i Terhadap Yusuf Qardhawi

Mufti: Abu Bashir Ath Tartusi*

Tanya:

Ada pertanyaan yang sering menggangguku sajak lama, yaitu seputar Syaikh Yusuf al Qardhawi, tulisan-tulisannya, pemikiran-pemikirannya dan manhajnya. Di mana saya pada awal proses menuntut ilmu, membaca sebagian kitabnya dan tertarik dengannya. Pada waktu itu arah pemikiran saya masih ikhwani. Akan tetapi setelah beberapa tahun berselang, wawasan dan pengetahuanku bertambah. Saya banyak membaca kitab-kitab salaf, saya menemukan barang saya yang hilang, Allah menunjukkan kepadaku manhaj yang saya pandang benar dan keyakinan yang benar yang bisa menyelamatkan.

Selama saya membuka-buka website-website “Tauhid wal Jihad” di internet, saya mengenal lebih banyak dan lebih banyak lagi tentang “Firqah Najiyyah” `Golongan Selamat` dan “Ma’alim Thaifah Manshurah” `Rambu-Rambu Golongan Yang Selalu Mendapat Pertolongan`. Sehingga saya semakin cinta kepadanya dan semakin erat berpegang teguh dengannya. Setiap saya membaca tulisan Syaikh al Qardhawi, saya semakin tahu seberapa jauh kesalahan-kesalahannya. Khususnya mengenai pemahaman “Demokrasi”, kebebasan dan sikapnya terhadap para penguasa dan para thaghut …dst.

Namun, dari sisi lain, sebagian orang menuduhnya dengan tuduhan yang sangat keji seperti al Kalbawi, al Jarbawi, kaset dengan judul Bantahan untuk membuat diam al Kalb al ‘Awi yang dipanggil al Qardhawi, al Qardawi, Yang sesat menyesatkan, seorang alim yang sesat yang termasuk para penyeru ke pintu-pintu neraka jahannam … dst.

Pertanyaan saya:

Jika memang Syaikh telah bersalah, apakah layak bagi Ahli Sunah wal Jama’ah dan Salafi Palsu maupun Salafi Asli untuk mencela dan mencercanya daripada menghadapinya dan menjelaskan kesalahanya dengan metode ilmiah yang indah dan jauh dari tuduhan dan celaan …?!

Pertanyaan Kedua:

Bagaimana sikap kita sebagai kaum muslimin terhadap Syaikh ini, apakah kita menganggapnya sebagai seorang alim (berilmu) yang perkataanya bisa diambil dan ditolak. Ataukah justru sebaliknya dia seorang yang sesat, ahli bid’ah. Dan apakah kebid’ahannya sampai kepada tingkat yang bisa menjadikannya fasik atau kafir?

Pertanyaan Ketiga:

Jika para rasionalis dan ahli hadits telah berbeda pendapat semenjak dahulu dan mereka membolehkan perbedaan pendapat ini dan mereka masih bersaudara dan saling mencintai, mengapa kita pada hari ini melarangnya dan sebagian kita menghormati sebagian yang lain selama syariat yang lurus mengakui itu sebagaimana dalam hadits bani quraizhah atau ada ghuluw (berlebih-lebihan), tasyaddud (terlalu ketat) dan sikap ekstrim sebagaimana kata mereka …dan terakhir kami mengharap dari Anda wahai Syaikh agar Anda mengatakan kepada kami perkataan yang tuntas mengenai orang ini supaya kami bersikap jelas terhadap urusan kami.

Semoga Allah memberi keberkahan kapada Anda dan membalas balasan kebaikan dari kami.

.

Jawab:

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Kami tidak memandang bolehnya melontarkan ungkapan-ungkapan keji yang barusan disebutkan dalam pertanyaan baik terhadap Qardhawi maupun yang lain …karena seorang muslim tidak selayaknya menjadi tukang melaknat, tukang mencela atau tukang ngomong keji …Seorang muslim harus menjaga diri dari itu semua. Akan tetapi ini tidak menghalangi membawa istilah dan hukum syar’i yang memang berhak disandang Qardhawi atau pun yang lainnya berupa penjatuhan vonis fasik, sesat atau kafir dan lontaran-lontaran syar’i yang sejenisnya … Jika memang dalam diri orang tersebut ada perilaku yang mendorong menyandangkan hukum-hukum ini atau sebagiannya kepadanya.

Adapun pertanyaan Anda mengenai diri Qardhawi:

Saya katakan: Orang ini memiliki awal yang bagus dan banyak karya ilmiyah bermanfaat di awal perjalanan hidupnya dalam bidang dakwah dan ilmiyah … Akan tetapi saya meyakini selanjutnya dia merubah dan mengganti … dan menyimpang jauh yang kami tidak menemukannya di awal masa menuntut ilmu … dan perjuangannya demi agama ini … Yang menjadi pedoman adalah akhir hidupnya dan dengan apa seseorang mengakhiri hidupnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Janganlah kalian heran dengan amal seseorang sampai kalian melihat dengan apa ia mengakhiri hidupnya, seseorang beramal shalih beberapa waktu dari umurnya atau sejenak dari umurnya yang seandainya dia mati di atas amalan itu niscaya dia masuk surga, kemudian berubah melakukan amal buruk …” Kami memohon kepada Allah l keteguhan dan husnul khotimah (akhir hidup yang baik).

Jika kalian bertanya: mana sisi perubahan dan penggantian pada orang ini …?!

Saya katakan: perubahan dan penggantian yang dia lakukan dari banyak sisi, di antaranya:

  • Dari sisi kedekatannya dengan para thaghut hukum yang zhalim, pujian kebaikannya kepada mereka, dan pembelaanya dengan mendebat orang-orang yang menentangnya …Ini sudah terkenal dan masyhur darinya, setiap orang yang mengenal sedikit tentang orang ini pasti mengetahuinya!
  • Dari sisi pendapatnya mengenai demokrasi berikut maknanya yang kufur dan syirik … melariskannya …, pendapatnya mengenai bebasnya mendirikan partai sekuler murtad dan mendukungnya untuk menguasai negara dan masyarakat, seandainya sudah terpilih dengan suara terbanyak …Kami telah membantahnya dalam kitab kami “Hukmul Islam fid Dimukratiyyah wat Ta’addudiyyah al Hizbiyyah” dalam lebih dari 80 halaman …Kalian bisa melihatnya …dan untuk mengetahui lebih banyak tentang orang ini dalam masalah tersebut!
  • Dari sisi pujian kebaikannya kepada Syi’ah Rafidlah …dan anggapannya yang terlalu meyepelekan perbedaan Ahli Sunah dengan mereka …serta masuk dalam loyalotas kepada mereka …Meskipun banyak ulama yang mengumumkan kekafiran mereka yang sangat nyata berkaitan dengan Qur`an, Sunah dan para sahabat Nabi …Dan berkaitan dengan masalah lain!
  • Dari sisi usahanya menolong para berhala patung yang disembah selain Allah di Afghanistan … demi memenuhi keinginan dan perintah para thaghut hukum yang mengutusnya untuk tugas yang sangat kotor tersebut …Yang itu menjadi lembaran hitam dalam kehidupan orang ini yang tidak diketahui darinya menampakkannya kecuali penyesalan, tangisan dan taubat di hadapan masyarakat luas terhadap kejahatan kedua tangannya!
  • Dari sisi pelecehannya terhadap Sang Pencipta? Ketika berada di atas mimbar pada hari Jum`at, dia mengatakan dengan penuh kesadaran setelah pujian kebaikannya terhadap demokrasi Israel terlaknat: “Seandainya Allah menawarkan diri-Nya kepada orang-orang niscaya Dia tidak akan mengambil prosentase ini”; yaitu prosentase yang diambil para penguasa Arab yaitu 99,99% …!!
  • Ketika perkatannya ini disodorkan kepada Syaikh Ibnu Utsaimin, beliau berkata: Ini suatu kemurtadan …karena mengandung pelecehan dan mengangkat makhluk di atas derajat Sang Pencipta!…Wajib untuk dimintai tobat –dengan mengumumkan tobatnya di atas mimbar yang sama ketika dia mengatakan perkataan kekafiran tersebut- jika tidak bertobat, dibunuh sebagai orang murtad …Syaikh berkata benar dan saya setuju dengan perkataan beliau.

Dari sisi penghalalan sesuatu yang haram, yang keharamannya sudah diketahui dari agama Allah dengan pasti:

Sebagaimana penghalalannya bagi seorang perempuan boleh menyanyi diatas panggung dengan diiringi alat musik …., beberapa urusan muamalah dan jual beli yang diharamkan …sebagaimana dalam buletin yang terbit dari Dewan Fatwa dan Riset Eropa tang dipimpin oleh Qardhawi sendiri. Yang tersebut dalam buletin sebagai ringkasan beberapa wasiat yang dalam Mu`tamarnya yang Kedua di Irlandia menghasilkan: Dewan membolehkan menjual khamr dan daging babi di toko-toko milik kaum muslimin jika memang harus menjualnya.

Dewan mensyaratkan prosentase barang yang diharamkan tersebut sedikit dibanding jumlah total barang dagangan lain … Dewan mengharamkan menjual khamr di restoran-restoran karena prosentasinya menguasai prosentase barang dagangan secara keseluruhan …Dewan membolehkan membeli rumah dan mobil melalui perantara bank dan membayar dengan cara kredit …Dewan membolehkan keikutsertaan lelaki dan perempuan dalam satu tempat selama dalam bingkai kaidah syariat semisal majelis ilmu, ceramah, study, kegiatan kemasyarakatan dan lainnya …

Dewan membolehkan masuknya wanita dan lelaki dari satu pintu ruang pertemuan dan majelis-majelis, dewan memandang hal itu tidak mengapa, menganggap istilah “ikhthilath” `campu baur lelaki dan perempuan` istilah susupan dalam istilah islami … Dewan membolehkan memakan makanan mengandung sedikit unsur kimia dari bahan-bahan yang diharamkan seperti daging babi dan lemaknya, dengan syarat prosentasenya tidak lebih dari 1% …Dewan memperketat, kaum muslimin wajib menghormati undang-undang negara tempat mereka tinggal …Dewan membolehkan ikut serta dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum dalam rangka memilih wakil-wakil rakyat di negara-negara barat karena dapat mewujudkan kemaslahatan bagi kaum muslimin …!!!!

Saya katakan: Kebatilan yang sangat jelas ini …yang mengandung penghalalan yang sangat jelas terhadap sesuatu yang diharamkan Allah l berdasarkan nash dan ijma’ … yaitu sebagian wasiat-wasiat isi buletin …Yang semuanya diterbitkan dengan nama Qardhawi dan setelah mendapat tanda tangan darinya serta dibolehkan olehnya …Karena sebab itulah isi buletinnya menjadi laris dipraktekan di banyak negara khususnya negara-negara Eropa …

La haula wala quwwata illa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)!!
Karena melihat berbagai sisi tersebut serta sisi yang lain, maka kami katakan orang ini telah merubah dan mengganti …, menghalalkan apa yang diharamakan Allah …, dan jatuh dalam kekafiran yang nyata … Dan saya memandang tidak ada satu pun penghalang kekafirang yang bisa menghalanginya dari jatuhnya vonis kafir kepada dirinya kecuali tobat nasuha dan dilakukan di hadapan masyarakat luas dari semua kekafiran yang telah disebutkan, yang memang benar-benar terbukti atas orang ini … Wallahu Ta’ala A’lam.

Vonis hukum dari kami ini terhadap orang ini tidak keluar melalui metode orang-orang yang ngawur …atau Ahli Takfir ekstrim …Tidak …Tetapi keluar setelah perenungan dan pengamatan lama mengenai seluruh penghalang takfir, hal-hal yang mengharuskannya dan berbagai konsekwensinya …Dan setelah sabar berdiam dalam waktu lama karena kami khawatir terjatuh dalam dosa karenanya … Khususnya karena bencana yang ditimbulkan orang ini semakin meluas, menyebar dan berbahaya …

Dan banyaknya pertanyaan mengenai dirinya: sikap-sikapnya, lontaran-lontarannya yang sangat jelas dan ijtihad-ijtihad fikihnya …Maka kami berkesimpulan untuk menjelaskan hukum syar’i –mengenai orang ini- yang kami yakini …Meskipun hukum ini bisa jadi tidak memuaskan sebagian orang yang tidak mengetahui apa-apa kecuali hanya fanatisme terhadap nama orang ini, pribadinya dan berbagai gelarnya …Dan Allah l Yang Mencukupi kami dan Dia sebaik-baik Penolong.

Jika kalian bertanya: Mengapa harus di hadapan masyarakat luas …?!

Saya jawab: Karena dia mengumumkan kekafirannya …dan mengatakan kalimat kekafiran di hadapan masyarakat luas …Maka dia harus bertobat dan menjelaskan tobatnya kepada orang-orang di hadapan masyarakat luas …Agar kami bisa menahan diri dari mengkafirkannya dan memurtadkannya …Sebagaimana firman Allah l:
“Kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah [2]: 160)

Adapun pertanyaan Anda berkaitan dengan kemungkinan tetap adanya rasa kasih sayang dan cinta sesama kaum muslimin meskipun adanya perbedaan pendapat?

Saya jawab: Ini memang ada dan wajib hukumnya … Yaitu ketika perbedaan pendapatnya dalam koridor “ikhtilaf tanawwu’” `perbedaan berkaitan dengan variasi sesuatu yang memang boleh dilakukan dengan berbagai variasi yang dibolehkan` …Atau apabila termasuk dalam permasalahan dalil-dalil dan kaidah-kadah syariat yang memang mengandung multi interpretasi … Jenis perbedaan pendapat seperti ini memang tidak selayaknya merusak rasa kasih sayang yang harus terwujud antar sesama ikhwan (saudara).

Adapun, apabila perbedaan dan perselisihan pendapat itu terjadi dalam masalah pokok dan nilai-nilai pasti yang sudah umum berlaku (tsawabit ‘amah) …: dalam tauhid …, dalam masalah kekafiran dan keimanan …, dalam masalah penghalalan sesuatu yang diharamkan …, dalam masalah pengharaman sesuatu yang dihalalkan …Yang semua itu termasuk dalam sesuatu yang sudah diketahui dalam agama Allah secara pasti …Maka jenis perselisihan pendapat seperti ini tidak mungkin didiamkan atau tidak mungkin menyisakan rasa kasih sayang dan saling menghormati antara kedua belah pihak …Sebagaimana perselisihan pendapat jenis pertama …Bukti-bukti mengenai hal itu banyak terdapat dalam sunah dan sirah para salaf, bahkan lebih banyak banyak lagi kalau mau menghitungnya yang khusus berkaitan tema ini …

Wallahu A’lam.

Alih bahasa : Abu Syakir
Sumber        : CD Mimbar Tauhid wal Jihad, Shoutussalam

.

*Ulama Mujahidin Syam, terlahir dengan nama Abdul Mun’im Musthafa Halimah

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s