Trilogi Maulid Nabi Muhammad – Napak Tilas Perayaan Maulid Nabi (4)

5. Apa Kata Para Alim Tentang Mereka?

1. Al Qadhi Al Baqillani menulis sebuah buku tentang penolakannya terhadap mereka yang diberi judul Kafsu Al Asraar wa Hatki Al Atsaar, didalamnya dia menjelaskan tentang kejelekan-kejelakan mereka dan berkata tentang mereka:

“Mereka kaum yang menampakkan faham Rafidhah secara lahir dan menyembunyikan kekafiran.”[1]

2. Jumhur ummah mencacat nasab mereka, dan menyebutkan mereka adalah keturunan Majusi atau Yahudi. Inilah kesaksian masyhur para ulama Thaif dari 4 mazhab, ahlul kalam, ahli nasab, orang awam dsb. Yusuf Ar Ru’yani berkata:

“Para ulama Qayruwan sepakat bahwa orang-orang dari Bani Ubaid adalah orang-orang murtad dan zindiq karena mereka melakukan penentangan terhadap syari’ah.

3. Ahlul ilmu membatalkan nasab mereka, seperti Ibnu Jauzi, Abu Syamah, Al Qadhi bin Khalikan dalam Tarikhnya. Bahkan mereka menulis buku khusus membongkar kedok mereka seperti Al Qadhi Al Baqillani yang mengatakan mereka adalah keturunan Majusi dan aliran mereka lebih berbahaya dari mazhab Al Ghaliyah.[2] Mereka lebih kafir dari mazhab Al Ghaliyah tsb. Abu Ya’la dalam Al Mu’tamad menjelaskan panjang lebar kezindikan dan kekafiran mereka. Juga Abu Hamid Al Ghazali dalam Fadhail al Mustadzhiriyah wa Fadahil al Bathiniyah, dia berkata:

“Secara lahir mereka rafidhah, tetapi batinnya kafir mutlak!!”

4. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika ditanya tentang mereka, beliau menjawab:

“Mereka adalah orang yang paling fasik dan paling kufur. Siapa yang memberi kesaksian bahwa mereka adalah orang beriman dan takwa atau benar nasabnya, maka dia telah bersaksi tentang sesuatu yang tidak diketahuinya.[3]

5. Hingga sekarang para ulama yang masih terjaga ilmu dan agamanya, tetap mencela nasab dan agama Bani Ubaidiyyun al Qaddah, bukan karena mereka menganut Rafidhah ataupun Syi’ah – sebab semacam orang ini banyak- tetapi mencela karena mereka bergabung dengan kelompok Qaramithah[4] Al Bathiniyah, yang diantara mereka ada kelompok Ismailiyah, Nashiriyah[5] dan kelompok kafir munafik lainnya yang menampakkan keIslaman dan sembunyikan kekafiran.

6. Syaikh Muhammad Hamid Al Faqy berkata:

Apakah kecintaan dan pengagungan kepada Rasulullah dilakukan dengan cara berpaling dan benci kepada kebenaran yang dibawa Rasulullah untuk kebaikan manusia dari sisi Rabnya, lalu berpaling kepada agama berhala, Yahudi dan Nasrani? Siapa orang yang menghidupkan upacara-upacara sesat itu???

Apakah mereka Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad,. . atau para imam lainnya hingga mereka dimaafkan kesalahannya? Tidak, tetapi yang mengada-adakan perayaan-perayaan itu adalah Al Abidiyyun yang ingin mengerahkan umat Islam menjadi zindiq dan mereka lebih kafir dari Yahudi dan Nasrani. Mereka telah menjadi cobaan bagi umat Islam karena sepak terjang mereka. Mereka telah menghembuskan racun kesufian yang tercela kepada umat Islam agar mereka berpaling dari jalan yang lurus.

.

6. Singkat Kata

Bahwa Ubaidiyyun ketika masuk negara Mesir dan ingin menyebarkan mazhab Bathiniah, dengan menjadikan Syi’ah sebagai kedok untuk menutupi pandangan manusia dari hakikat dakwah mereka, menggunakan berbagai macam cara: mereka mengelabui masyarakat umum dan khusus dengan hadiah-hadiah, pesta, dan perkumpulan-perkumpulan sebagai sarana untuk menyebarkan mazhab.Selanjutnya mereka menggunakan cara pembunuhan, penjara dan siksaan bagi orang yang menentang mereka khususnya dari golongan Ahlu Sunnah yang mengetahui hakikat dakwah mereka. Sementara manusia secara umum ikut serta dalam perkumpulan-perkumpulan bid’ah itu, karena mereka butuh nafkah dan harta, serta karena senang kepada hiburan dan mengumbar hawa nafsu.

Disamping itu mereka juga takut kepada raja jika mereka ketahuan tidak hadir, sehingga dengan terpaksa ikut takut diazab dan disiksa. Itulah mereka, pelopor, penggerak, pemrakarsa maulid dan perayaan bid’ah lainnya. Itulah mereka Uswahnya para penggemar maulid -semoga saja mereka tahu-, bukan karena cinta, bukan karena hormati nabiNya, bahkan mereka telah sangat lancang memusuhi Allah dan RasulNya.

Wahai adakah orang yang berakal diantara kalian?? Untuk menimbang siapa panutan untuk beramal? Siapakah yang patut untuk ditinggalkan? Dan siapa yang patut untuk diikuti????

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal” (Surat Yusuf: 111)

Imam Muslim dalam muqaddimah (1/10) shahihnya meriwayatkan sampai sanadnya kepada Muhammad bin Siriin, beliau berkata: “Sesungguhnya ilmu itu agama, maka lihatlah darimana kalian mengambil agama kalian!!”

Lihatlah,. . dan telitilah darimana kalian mengambil agama??

.

Diramu dari: sumber utama.

.

.

Bibliografi

  1. Al Bida’ Al Hauliyah, Abdullah bin Abdul Aziz bin Ahmad At Tuwaiziri; Darul Fadhilah-Riyadh cet 1, 1421H-2000M hal 146-206; Edisi Indonesia: Ritual Bid’ah dalam Setahun, penerjemah Muniril Abdidin; Penerbit Darul Falah cet 1 Januari 2003 Dzulqo’dah 1423H, hal 150-221;
  2. Tarikh Khulafa’
  3. Nuurus Sunnah wa Dhulumatul Bid’ah
  4. Talbis Iblis; dll.

.

Bagian Satu selesai
.


[1] Dinukil dari Bid’a Hauliyah Ibid 141: (cat kaki: Al Bidayah wa Nihayah XI:387).

[2] Ghaliah aliran syi’ah yang menuhankan atau kenabian Ali.

[3] Dinukil dari Bid’a Hauliyah Ibid 141.

[4] Qaramithah dinisbatkan kepada Hamdan Qarmith, karena jalannya pendek-pendek, awalnya seorang petani yang condong pada zuhud. Lalu menjadi salah seorang pembesar Bathiniyah setelah bertemu dengan seseorang dengan panggilan Bathiniyah. Keluarga dan keturunannya terus mewarisi ajaran-ajaran Hamdan. Diantara yang paling sadis adalah seorang yang bernama Abu Sa’id yang mulai populer 286H, entah sudah berapa orang Muslim yang jadi korban kebiadabannya, berapa masjid yang dibakar dan berapa mushaf yang dia musnahkan. Dia menghapus ibadah haji. Pengikutnya bershalawat kepada Abu Sa’id dan tidak kepada Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Setalah itu muncul Abu Thahir, menyerang Ka’bah, merampas Hajar Aswad.

[5] Nashiriyah yaitu satu aliran kebatinan yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Nashir An Namiri. Dia termasuk orang-orang sesat yang mengatakan bahwa Ali adalah titisan Tuhan. Mereka lebih kafir dari Yahudi, Nashrani dan orang-orang musyrik. Mereka menampakkan diri dengan wajah Islam dan seakan-akan mendukung ahlu bait, tetapi sebenarnya mereka tidak beriman kepada Allah, Rasul dan KitabNya, tidak beriman kepada perintah, larangan, pahala, dosa, surga, neraka, serta kepada salah satu Rasul-pun. Tujuan mereka adalah mengingkari keimanan dan syariat Islam dengan segala macam cara. Diantara ajaran mereka adalah bahwa shalat 5 waktu adalah untuk mengetahui rahasia mereka; puasa adalah penyembunyian rahasia mereka; dan haji adalah untuk mengunjungi nenek moyang mereka. Mereka membantu musuh-musuh Islam, karena dhohir aliran mereka Rafidhah [syi’ah] dan batin mereka kekafiran. Biografi lengkap dapat dibaca dalam Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, XXXV, 145-146; dan Asy Si’ah wa At Tasyayyu’ hal. 255-258.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s